Apa itu Dutch kickboxing, dan kenapa gaya ini paling mudah diajarkan
Kalau kamu sedang memutuskan gaya striking apa yang mau kamu ajarkan ke klien umum, ini yang pertama layak kamu pahami. Bukan karena paling keras, tapi karena gaya ini memang dibangun untuk diajarkan.
Jawaban singkatnya
Dutch kickboxing adalah gaya striking yang dibangun dari kombinasi pukulan yang ditutup tendangan, biasanya low kick, dan dilatih di pad sampai seluruh rangkaiannya berjalan sebagai satu gerakan, bukan sebagai pukulan-pukulan terpisah. Gaya ini tumbuh di gym-gym Belanda sejak tahun tujuh puluhan, waktu para pelatih menggabungkan tangan boxing Barat dengan tendangan dari karate Kyokushin dan Muay Thai. Hasilnya adalah gaya dengan kombinasi tangan yang rapat, tekanan maju yang terus-menerus, dan low kick yang datang di akhir rangkaian saat lawan masih menutup bagian atas. Inilah gaya yang membuat Belanda dikenal di kickboxing dunia, dan alasan kenapa begitu banyak juara datang dari negara seluas satu provinsi.
Apa yang membuat sebuah kombinasi disebut Dutch
Hampir semua gaya striking punya pukulan dan tendangan. Bedanya ada di cara merangkainya dan cara melatihnya.
Tangan memimpin, tendangan menutup. Kombinasi Dutch biasanya dibuka dua, tiga, atau empat pukulan lalu ditutup tendangan. Pukulannya bukan hiasan menuju tendangan, justru pukulan itulah alasan tendangannya masuk: orang yang sedang menutup kepalanya tidak sedang menjaga kakinya.
Semuanya berbentuk kombinasi. Pukulan tunggal dipakai untuk mengukur jarak, bukan untuk mencetak angka. Yang dilatih adalah rangkaian, dan itu juga yang membuat gaya ini mudah diajarkan: rangkaian punya urutan, dan urutan bisa dikoreksi.
Dilatih di pad, secara hidup. Pemegang pad bukan tiang. Dia mengumpan kombinasinya, bergerak, dan membalas, jadi yang memukul belajar ritme sebuah pertukaran, bukan sekadar bentuk sebuah pukulan.
Bedanya dengan Muay Thai dan K-1
Tiga istilah ini sering dipakai bergantian padahal bukan hal yang sama. Muay Thai adalah seni bela diri Thailand yang lebih tua dan lebih luas, dengan siku, lutut, dan clinch, dan cenderung mengandalkan pukulan tunggal yang berat dengan jeda panjang untuk mengukur. K-1 adalah sebuah ruleset dan promosi, bukan gaya: tanpa siku, clinch dibatasi, dan justru aturan itulah yang paling cocok untuk permainan tangan rapat plus low kick ala Belanda. Itu sebabnya petarung Belanda mendominasinya selama satu generasi.
Untuk seorang personal trainer, bedanya yang praktis adalah apa yang bisa dilakukan pemula dengan aman di sesi-sesi pertamanya. Clinch dan siku butuh partner, kontak dekat, dan pengawasan yang jarang tersedia di sesi PT satu lawan satu. Pukulan dan low kick di pad tidak butuh keduanya.
Kenapa gaya ini lebih mudah diajarkan
Ini bagian yang penting kalau kamu melatih klien umum, bukan petarung. Sebuah gaya mudah diajarkan kalau ia terdiri dari potongan yang bisa ditumpuk, dan Dutch kickboxing luar biasa rapi dalam hal itu. Kombinasi pertama yang dipelajari pemula adalah dua pukulan. Kombinasi berikutnya adalah dua pukulan itu ditambah satu serangan di ujungnya. Berikutnya lagi hal yang sama ditutup tendangan. Tidak ada yang dibuang dan tidak ada yang harus dipelajari ulang dari nol, jadi klien yang sudah tiga bulan berlatih masih memakai hal pertama yang kamu ajarkan, hanya saja sekarang lebih dalam di rangkaian yang lebih panjang. Itulah yang membuat progres terlihat oleh orang yang tidak punya cara menilai tekniknya sendiri: mereka bisa menghitung apa yang sekarang bisa mereka lakukan dibanding dulu, dan hitungan itu benar.
Gaya ini juga aman waktu gagal. Pukulan yang meleset di dalam kombinasi tidak berbiaya apa pun. Tidak ada bantingan, tidak ada kuncian, tidak ada partner yang dijatuhkan, dan semuanya terjadi di depan pad yang dipegang satu orang di ruangan itu yang seharusnya tahu apa yang dia lakukan.
Apa yang sebenarnya didapat klien
Conditioning, jelas, dan kebanyakan trainer berhenti menjual di situ. Padahal itu bagian yang paling tidak menarik. Latihan kombinasi adalah tugas koordinasi dan timing dalam kondisi lelah, dan itu kategori latihan yang hampir tidak pernah disentuh klien gym biasa. Mereka menghafal rangkaian, menjaga guard sambil melakukannya, dan menyesuaikan diri dengan pad yang berpindah.
Dan mereka bisa merasakan dirinya membaik dalam sesuatu yang bukan angka di barbel. Itulah argumen retensinya, dan itu sebabnya striking duduk dengan pas di samping latihan beban, bukan bersaing dengannya.
Di mana trainer biasanya tersangkut
Bukan di tekniknya. Setiap serangan dalam gaya ini sudah ada di internet secara gratis sejak bertahun-tahun. Trainer tersangkut di dua hal: urutan mengajarkannya, dan memegang pad untuknya. Yang pertama adalah masalah kurikulum, yang kedua adalah skill yang tidak pernah diajarkan ke mereka, dan keduanya yang memisahkan trainer yang menambahkan striking selama sebulan dari trainer yang setahun kemudian masih mengajarkannya.
Keduanya punya panduannya sendiri: cara menyusun sesi dan cara memegang pad untuk klien.